Di dunia sepak bola, setiap pemain punya ciri khas yang membuat mereka dikenang. Bagi Justin Hubner, itu adalah gaya bermainnya yang agresif, tak kenal kompromi, dan penuh determinasi. Tak heran, bek tengah keturunan Belanda-Indonesia ini mendapat julukan “Preman Timnas” dari para penggemar sepak bola Indonesia.
Sejak resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 6 Desember 2023, Justin langsung menunjukkan kualitasnya di lini pertahanan Timnas Indonesia. Dengan postur tinggi 1,87 meter, ia menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus lawan. Tekel keras, duel udara yang dominan, serta keberaniannya dalam setiap pertandingan membuatnya dijuluki “Preman” oleh netizen.
Asal-usul Julukan “Preman Timnas”
Julukan “Preman Timnas” bukan sekadar lelucon belaka. Gaya bermain Justin memang keras dan penuh determinasi. Ia adalah tipe bek yang tidak akan ragu melakukan tekel keras atau duel fisik demi merebut bola. Sikapnya yang tidak kenal takut di lapangan mengingatkan banyak orang pada bek tangguh seperti Sergio Ramos atau Pepe, yang dikenal karena agresivitas dan kepemimpinan mereka di lini belakang.
Dalam beberapa pertandingan, Justin kerap terlihat tak segan beradu badan dengan striker lawan. Bahkan dalam laga-laga penting, ia tetap bermain dengan keberanian tinggi, tidak terpengaruh tekanan, dan selalu siap bertarung untuk menjaga gawang Indonesia tetap aman.
Meski dikenal sebagai bek yang beringas di lapangan, di luar lapangan Justin justru memiliki kepribadian yang santai dan rendah hati. Ia tidak merasa tersinggung dengan julukan “Preman Timnas”, justru melihatnya sebagai bentuk apresiasi dari para suporter yang menyukai gaya bermainnya yang penuh semangat juang.
Perjalanan Karier: Dari Belanda ke Timnas Indonesia
Justin Hubner lahir pada 14 September 2003 di Den Bosch, Belanda. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan bakat luar biasa di dunia sepak bola. Ia mengawali kariernya di akademi Brabant United, Willem II, dan Den Bosch, sebelum akhirnya bergabung dengan akademi Wolverhampton Wanderers (Wolves) di Inggris pada 2020.
Bermain di kompetisi Eropa membuat Justin memiliki mental yang kuat serta pengalaman menghadapi lawan-lawan berkualitas. Pada tahun 2024, ia dipinjamkan ke Cerezo Osaka, klub Jepang yang bermain di J1 League, untuk mendapatkan lebih banyak jam terbang dan pengalaman bertanding di level tinggi.
Sebelum membela Indonesia, Justin juga pernah bermain untuk tim nasional Belanda U-19 dan U-20. Namun, setelah melalui proses naturalisasi dan panggilan dari Timnas Indonesia, ia akhirnya memutuskan untuk mengenakan seragam Garuda dan berjuang untuk tanah air dari garis keturunan ayahnya.